Autogear.id - Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menyongsong musim balap 2026 dengan memperkenalkan tim racing elit, yang akan berkompetisi di sejumlah kejuaraan dunia dan Asia bergengsi.
Tercatat ada 7 pebalap yang siap berkompetisi, dan unjuk performa semusim penuh di 4 ajang internasional. Mereka adalah Aldi Satya Mahendra di ajang World Supersport mengendarai Yamaha YZF-R9. Kemudian ada Arai Agaska Dibani Laksana di kejuaraan World Sportbike menunggangi Yamaha YZF-R7.
Selanjutnya kompetisi di Asia Road Racing Championship (ARRC), dengan pebalap Wahyu Nugroho dan Muhammad Faerozi T di kelas SS600, mengendarai Yamaha YZF-R6. Serta ada Candra Hermawan dan Muhammad Fadhil Musyavi di kelas AP250, membesut Yamaha YZF-R3. Tidak ketinggalan kompetisi di kejuaraan balap Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship, dengan pebalap Sabian Fathul Ilmi yang menyemplak Yamaha YZF-R3.
Di samping kesuksesan Aldi Satya Mahendra di balapan World Supersport, yang menyabet podium 2, kiprah mendunia pembalap Yamaha Racing Indonesia juga dilanjutkan Arai Agaska yang akan melakoni debut World Sportbike.
Jenjang karir Arai dicapainya setelah merengkuh prestasi runner up R3 BLU CRU World Cup 2025. Bersama tim ProGP Niti Racing, dia memulai journey World Sportbike menunggangi Yamaha R7 menargetkan tembus 5 besar.
Pembekalan Yamaha pada Rider Muda Belia
Pada kompetisi ARRC tercatat ada Wahyu Nugroho dan M Faerozi di kelas SS600 yang ingin meningkatkan prestasi. Kesempatan Wahyu Nugroho untuk memperbaiki pencapaian dengan membidik gelar juara, setelah finish ke-4 di 2025.
Sedangkan M Faerozi berharap masuk 3 besar. Keduanya ingin mengulang double podium yang diraih di Mandalika 2025. Sebagai catatan, Wahyu Nugroho juga akan tampil di All Japan Road Race Championship, menggeber Yamaha YZF-R6.

Candra Hermawan tampil impresif sebagai rookie tahun lalu, 3 kali naik podium dan menduduki peringkat 5 klasemen akhir. Dia akan fokus menargetkan gelar juara kelas AP250 musim ini. Bagaimana dengan Muhammad Fadhil Musyavi, yang beraksi mengesankan meraih podium di Sepang? Dia pun berhasrat menorehkan keberhasilan podium lagi.
Pembekalan bertahap untuk rider muda belia juga dilakukan, dengan melibatkan Sabian Fathul Ilmi yang akan berlaga satu musim penuh di Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship.
Pembalap usia 13 tahun itu sempat mengenyam pengalaman di kejuaraan itu sebagai wild card dengan mengikuti satu seri di Buriram Thailand 2025. Hasilnya, dia mampu finish di posisi 4 race 1 dan ke-6 race 2.
Yamaha Memiliki DNA Racing yang Kuat
Direktur Marketing YIMM Sutarya Surodimeja mengatakan bahwa sejak lama Yamaha memiliki DNA balap. Yamaha Racing Indonesia (YRI) mengikuti berbagai ajang balapan bergengsi nasional maupun internasional, sebagai kebanggaan bangsa, sekaligus pembinaan talenta muda.
“Aldi Satya Mahendra sebagai rider Indonesia pertama di kejuaraan World Supersport 2026 dan meraih podium 2 sebagai bukti kerja keras, di mana konsistensi pastinya bakal membuahkan hasil,” katanya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (27/2).
Pada kesempatan yang sama, Assistant General Manager CS Division YIMM Johannes B. M. Siahaan mengatakan, keberhasilan Yamaha di World Supersport dan ajang internasional lainnya menjadi bukti nyata, bahwa program pembinaan YRI berjalan efektif dan terarah.
Antara lain dengan dilakukannya program latihan fisik dan mental yang terstruktur, pengembangan teknis motor berpartner dengan teknologi berbasis data dan racing DNA, kolaborasi solid antara rider, engineer, serta manajemen tim yang mampu beradaptasi dengan cepat.
“Kami sadari prestasi ini bukanlah hasil kerja satu individu, melainkan kolaborasi kuat antara pembalap, tim, engineer, manajemen, sponsor, pemerintah dan dukungan para pecinta motorsport Indonesia,” terangnya.
Lanjut Johannes, untuk itu Yamaha mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan komitmen yang telah diberikan. Ke depan, berharap sinergi ini dapat terus terjalin dan semakin kuat, juga memenangkan masa depan.
(uda)
