MotoGP Mandalika, Lebih dari Sekadar Ajang Balap Motor Kelas Dunia

MotoGP Mandalika, Lebih dari Sekadar Ajang Balap Motor Kelas Dunia (foto. IG themandalikagp)
MotoGP Mandalika, Lebih dari Sekadar Ajang Balap Motor Kelas Dunia (foto. IG themandalikagp)

Autogear.id - MotoGP Mandalika merupakan ajang balap motor bergengsi skala dunia, yang diselenggarakan di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Adu kebut roda dua yang merupakan bagian dari kalender balap MotoGP, dan telah sukses digelar sejak 2022, serta menjadi magnet kuat bagi sektor pariwisata dan ekonomi daerah, yang perlu terus didorong peningkatannya.  

Seperti dikatakan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora), Erick Thohir, dalam acara Launching Ceremony MotoGP Mandalika 2026 di Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026). Selama ini yang menjadi obstacles dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah adalah birokrasi.

“Karena itu kami sudah memangkas setidaknya 191 aturan dan hampir 900 pasal (terkait birokrasi). Dengan kata lain, berbagai pihak baik pemerintah, private sector, maupun masyarakat, sama-sama harus bersinergi,” ungkap Menpora.

Dalam pelaksanaan MotoGP Mandalika, Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia juga sudah berkomunikasi, menjadikan MotoGP Mandalika sebagai sport ecotourism (wisata olahraga berbasis ekologi) terkemuka.

Di mana ajang balap internasional yang tahun ini dijadwalkan pada 9 - 11 Oktober  2026, menggabungkan adrenalin balap kelas dunia, dengan pesona alam pesisir tropis dan pariwisata berkelanjutan.

MotoGP Mandalika Masuk Dalam KEK ‘10 Bali Baru’

Diketahui, Pertamina Mandalika International Circuit sebagai lokasi penyelenggaraan MotoGP, terletak di kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, yang merupakan bagian dari proyek ‘10 Bali Baru’.

Selama ini, sirkuit tersebut dikenal sebagai sirkuit jalanan (street circuit) yang menggabungkan keamanan berstandar internasional, dengan pemandangan alam dan pantai yang memukau.

Didesain secara spesifik untuk balap roda dua, dengan mengantongi lisensi Grade 2 dari FIA (Federasi Otomotif Internasional). Namun belum bisa digunakan untuk ajang balap mobil seperti Formula 1 (F1) yang membutuhkan lisensi Grade 1.

embed

MotoGP Mandalika Tahun Ini Targetkan Lebih dari 140 Ribu Penonton

Sirkuit Mandalika yang memiliki komitmen kontrak jangka panjang, - berdurasi 10 tahun dengan Dorna Sports, yang berjalan hingga tahun 2031 -, memiliki kapasitas tampung hingga puluhan ribu penonton, dengan berbagai zona tribun (Grandstand).

Terkait dengan jumlah pengunjung tadi, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Moreno Soeprapto, mengatakan untuk MotoGP Mandalika Oktober mendatang menargetkan ratusan ribu penonton. Pada penyelenggaraan sebelumnya, event ini berhasil menarik 140.324 penonton.

“Kami sudah mengantongi sekitar 8000 penonton (keluarga besar IMI), bakal hadir ke MotoGP Mandalika nanti. Nanti tolong tinggal dibantu mobilisasinya. Itu baru yang berada di Pulau Jawa ya, belum yang di daerah lain,” ujarnya.

Sepanjang penyelenggaraan MotoGP 2025, kawasan The Mandalika mencatat lebih dari 200 ribu total pengunjung dari berbagai aktivitas yang diselenggarakan di kawasan tersebut.

Kontribusi MotoGP Mandalika Hingga Rp4,96 Triliun

Untuk teknis pelaksanaan kejuaraan balap, kelas yang dilombakan di MotoGP Mandalika selain kelas utama (MotoGP), juga mempertandingkan kelas Moto2, Moto3, dan ajang pendukung seperti Idemitsu Asia Talent Cup (IATC).

Bicara dampak ekonomi yang dihasilkan dari penyelenggaraan event ini, kontribusinya mencapai sekitar Rp4,96 triliun secara nasional. Dengan multiplier effect yang menjangkau sektor transportasi, akomodasi, kuliner, UMKM, ekonomi kreatif, dan berbagai jasa pendukung lainnya.

Lebih dari 600 UMKM lokal turut terlibat dalam ekosistem event dan destinasi, sementara lebih dari 3.000 tenaga kerja terserap pada berbagai sektor pendukung saat pelaksanaan event MotoGP 2025.

Tak hanya itu, MotoGP Mandalika menghadirkan pula dukungan budaya, yang sebelum penyelenggaraan balapan seringkali diwarnai pertunjukan budaya lokal, seperti tarian tradisional, guna mempromosikan pariwisata Indonesia ke mata dunia.


(uda)