Asmax F1 Pro, Perangkat Interkom Canggih untuk Koneksi 10 Bikers dan Jarak 15 Kilometer

Ilustrasi salah satu produk interkom ReTouch di IIMS 2026 (foto.AG)
Ilustrasi salah satu produk interkom ReTouch di IIMS 2026 (foto.AG)

Autogear.id – Asmax F1 Pro, perangkat intercom antar pengendara sepeda motor yang umumnya dipasang di helm, untuk berkomunikasi secara massal di jalan raya, telah diperkenalkan di ajang Indonesia International Motor Show 2026.

Produk ini memungkinkan sekitar 10 pengendara saling terhubung secara dinamis, dengan jarak komunikasi mencapai 15 kilometer. Berbeda dengan sistem Bluetooth konvensional, teknologi ini memungkinkan jaringan komunikasi tetap stabil, bahkan meskipun salah satu anggota keluar dari grup. Fitur ini dinilai sangat cocok untuk kebutuhan touring jarak jauh.

“Keunggulan lain dari Asmax F1 Pro adalah konektivitas lintas merek. Perangkat ini dapat dihubungkan dengan interkom lainnya, melalui Bluetooth Bridge dan aplikasi Asmax. Sehingga pengendara tidak harus menggunakan perangkat dengan merek yang sama,” ujar Brand Manager PT Mei Tech Indo Resources, Ilham Romanzah.

Hal ini menjadikan Asmax Pro sebagai salah satu alternatif interkom yang fleksibel di kelasnya, bersaing langsung dengan produk global lainnya.

"Dari sisi performa, produk ini juga dibekali kualitas audio jernih, baik untuk komunikasi suara, navigasi, maupun mendengarkan musik," kata Ilham. Ia menuturkan, perangkat ini juga telah mengantongi sertifikasi IP67, yang berarti tahan air dan debu, aman digunakan di berbagai kondisi cuaca.

Desainnya mengusung tombol tersembunyi untuk tampilan lebih futuristik, serta Magnetic Mount yang memudahkan proses pemasangan dan pelepasan unit dari helm.

Selain itu, produk terbaru ini sudah menggunakan pengisian daya Type-C dengan teknologi fast charging. Cukup 10 menit pengisian, mendapatkan sekitar 3 jam waktu komunikasi, sementara pengisian penuh hanya memerlukan waktu sekitar 50 menit.

Produk ini memiliki komunikasi lebih stabil, dipasarkan secara luas melalui marketplace serta berbagai aktivitas promosi otomotif.

Semangat Perusahaan untuk Hadirkan Produk Buatan Dalam Negeri

Ilham mengaku, awalnya mereka membawa banyak brand dari Tiongkok, yang mana pertama-tama dibawa adalah brand OsoPro. Kemudian Ilham berpikir, sepertinya ‘tidak asyik’, hanya membawa brand dari luar negeri, tetapi tidak dikembangkan di Indonesia.

Akhirnya Ilham bersama perusahaannya mulai menjajaki untuk mengambil ilmunya dari luar, lalu membuatnya di Indonesia. “Dapatlah beberapa merek, antara lain ReTouch. Makanya kita kasih nama ‘retouch’, sentuhan ulang. Sebab kami belum bisa membuat chip-nya. Masih ambil dari Taiwan, Singapura, tetapi sisanya kita bisa buat di Indonesia,” ujarnya.

Lanjut Ilham lagi, saat ini pihaknya masih membangun ekosistemnya lebih dulu. Bahkan perlahan tapi pasti pihaknya berupaya membangun pabrik di Indonesia. Pastinya sesudah ada pabrik, jumlah tenaga kerja akan bisa bertambah hingga ribuan.

ReTouch hadir sekitar 2019, dengan produk pertama headset yang hanya bisa koneksi 2 pengendara motor. Tetapi kemudian seiring waktu berjalan, sudah memasuki fase ketiga, menciptakan produk intercom yang bisa koneksi sampai 10 pengendara.

“Produk kami tidak ada kendala dalam koneksi, karena juga tersambung ke smartphone. Radius jangkauan koneksi antara pengendara yang satu dengan lainnya relatif jauh, bisa sekitar 15 kilometer, asalkan sinyal smartphone tetap bagus,” imbuh Ilham.

Berdasarkan hasil survey yang pihaknya lakukan, Ilham mengaku banyak pengguna beralih ke beberapa produknya. Antara lain lantaran faktor koneksi komunikasi yang baik, ketika digunakan saat touring dan lainnya, dan tentunya harga yang bersaing.

“Saat ini produk kami ada yang diharga Rp200 ribuan sampai harga sekitar Rp4 jutaan. Tentu harganya tersebut sangat jauh berbeda dengan merek sebelah, yang lebih dulu hadir dan banyak digunakan,” pungkasnya.


(uda)