BYD Torehkan 4000 SPK di GIIAS 2026 dengan M6 Sebagai Penyumbang Terbesar

BYD Torehkan 4000 SPK di GIIAS 2026 dengan M6 Sebagai Penyumbang Terbesar
BYD Torehkan 4000 SPK di GIIAS 2026 dengan M6 Sebagai Penyumbang Terbesar

Autogear.id – BYD secara keseluruhan mencatatkan lebih dari 4.000 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) sepanjang gelaran GIIAS 2026.

Selain BYD M6 yang menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap pencapaian tersebut, BYD Atto 1 turut mencuri perhatian.

Banyak yang menganggap Atto1 sebagai pilihan kendaraan listrik yang ringkas dan praktis untuk mendukung mobilitas sehari-hari.

Sementara itu, sekitar 20% pemesanan lainnya tersebar di berbagai model, mulai dari BYD Seal, Atto 3, Sealion 7, Dolphin, hingga Denza D9.

Keragaman pilihan tadi menunjukkan, bahwa kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan energi baru kian berkembang. Mulai dari mobilitas perkotaan, hingga kebutuhan kendaraan keluarga dan perjalanan yang lebih beragam.

“Kami merasa senang melihat BYD M6 DM sejak pertama kali diperkenalkan terus mendapat sambutan positif masyarakat Indonesia. Penerimaan terus berlanjut hingga GIIAS 2026, di mana tingginya minat masyarakat menunjukkan teknologi DM menjadi pilihan yang relevan bagi keluarga di tanah air,” tutur President Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao.

Menurutnya, BYD bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan keluarga Indonesia, dan kepercayaan yang diberikan kepada M6 DM semakin mendorong untuk menghadirkan produk dan teknologi yang relevan, nyaman, efisien, dan fleksibel.

embed

Momentum positif selama GIIAS 2026 juga sejalan dengan pertumbuhan kinerja BYD dan Denza di pasar nasional. Ketika sepanjang Juli 2026, BYD dan Denza mencatatkan penjualan lebih dari 32.800 unit, dengan pangsa pasar gabungan sebesar 36% di pasar kendaraan listrik (EV), dan kendaraan berteknologi DM.

Salah satu fokus utama BYD adalah menghadirkan pilihan kendaraan keluarga yang semakin lengkap melalui M6 DM, yang melengkapi kehadiran M6 EV yang telah lebih dahulu hadir di Indonesia.

Dengan hadirnya kedua model ini, masyarakat memiliki pilihan antara mobilitas listrik murni melalui M6 EV, ataupun teknologi Dual Mode melalui M6 DM, memadukan pengalaman berkendara elektrifikasi, dengan fleksibilitas penggunaan energi.

“Kami merasa bangga ketika BYD M6 DM tidak hanya dapat diperkenalkan melalui teknologi dan spesifikasinya, tetapi juga dapat dirasakan langsung oleh para pemangku kepentingan,” ungkap Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan.

Lanjut Luther, karena itu melalui kesempatan kunjungan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dan Menteri Perindustrian yang melihat dan mengenal lebih dekat BYD M6 pada saat GIIAS lalu, menjadi momen yang sangat berarti.

Pengalaman langsung itu memperlihatkan bagaimana teknologi DM dapat menghadirkan solusi baru, bagi kebutuhan mobilitas yang nyaman dan efisien untuk keluarga Indonesia.

“Terlebih, M6 DM akan diproduksi sepenuhnya di Indonesia, sehingga kami berharap kehadirannya tidak hanya memberi pilihan mobilitas yang relevan bagi masyarakat, tetapi juga turut berkontribusi pada penguatan industri otomotif dan ekosistem kendaraan energi baru di Tanah Air,” tutupnya.


(uda)