Autogear.id - Suzuki Indonesia melalui pilar Corporate Social Responsibility (CSR) Suzuki Peduli Pendidikan, secara resmi menjalin kolaborasi dengan Timedoor Academy. Menghadirkan inisiatif ‘Re-Laptop Project: Giving Technology a Second Life, Giving Children a First Chance’.
Dilakukan demi menyikapi akses terhadap perangkat teknologi, yang masih menjadi tantangan bagi sejumlah sekolah di berbagai daerah. Kerap kali menghambat langkah anak-anak, untuk mempelajari keterampilan digital sejak dini.
Suzuki dalam hal ini resmi mendonasikan 25-unit laptop operasional kepada Timedoor Academy awal April lalu, untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Seluruh perangkat melalui proses rekondisi dan pengecekan kualitas menyeluruh (quality check), sehingga dipastikan siap pakai bagi para siswa.
Inisiatif ini juga menjadi bagian dari upaya Suzuki dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset perusahaan, melalui pendekatan lebih berkelanjutan. Sebuah cara memperpanjang masa guna perangkat, agar dapat memberikan manfaat lebih luas.
“Melalui program Re-Laptop Project, kami ingin memastikan perangkat operasional yang telah direkondisi dapat kembali memberikan nilai guna bagi masyarakat,” ujar General Manager of Strategic Planning PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Ei Mochizuki.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan kontribusi berkelanjutan, baik dari sisi sosial maupun pemanfaatan sumber daya secara lebih optimal.
Program tersebut dirancang untuk menjangkau sekolah-sekolah di berbagai wilayah Indonesia. Sebagai langkah inisiasi, pendistribusian perdana mulai bergulir kepada sekolah-sekolah di Bali.
Nantinya, melalui sistem rotasi, unit laptop operasional tersebut akan didistribusikan secara bergilir untuk menjangkau institusi pendidikan di daerah pedalaman lainnya yang memiliki keterbatasan fasilitas teknologi untuk sesi pembelajaran coding.
CEO Timedoor Academy, Yutaka Tokunaga menjelaskan, kerja sama ini menyasar sekolah di berbagai daerah Indonesia yang belum memiliki fasilitas pembelajaran Coding dan Kecerdasan Artifisial (AI).
“Selain menyediakan laptop sesuai kebutuhan kurikulum, Timedoor memberi pendampingan komprehensif kepada tenaga pendidik,” ucapnya.
Menurutnya, sinergi antara penyediaan fasilitas, pemanfaatan LMS (Learning Management System) milik Timedoor, serta pendampingan guru, diharapkan membuka akses pendidikan IT berkualitas bagi siswa.
Pemberdayagunaan Re-Laptop Project dapat membuka lebih banyak peluang bagi siswa, untuk mengenal dan mengeksplorasi keterampilan digital secara mendalam.
Keberadaan dukungan ekosistem pembelajaran yang terarah, tidak hanya membantu meningkatkan kualitas proses belajar. Melainkan juga mendorong tumbuhnya minat serta kesiapan siswa, dalam menghadapi perkembangan teknologi pada masa depan.
(uda)
