BYD Bawa Teknologi 'DM' ke Indonesia, Hasil Riset Lebih dari 20 Tahun

BYD Bawa Teknologi ‘DM’ ke Indonesia, Hasil Riset Lebih dari 20 Tahun
BYD Bawa Teknologi ‘DM’ ke Indonesia, Hasil Riset Lebih dari 20 Tahun

Autogear.id – BYD memperkenalkan teknologi terbaru di ranah mesin kendaraan mereka. Setelah pabrikan asal Tiongkok ini sebelumnya melakukan riset dan pengembangan mendalam, selama lebih kurang 20 tahun.

Teknologi terbaru tersebut mereka beri nama ‘DM’, merupakan singkatan dari Dual Mode. Di mana pada dasarnya lebih menekankan perpaduan antara teknologi elektrifikasi (EV) dan Internal Combustion Engine (ICE).

Kalau boleh dibilang, DM ini sebenarnya merupakan teknologi hybrid versi BYD, yang nantinya juga bakal disematkan pada semua varian produk yang mereka pasarkan di Indonesia.

Untuk awal perkenalan, BYD M6 yang mendapat penyematan teknologi DM tersebut. Sebagai kendaraan 7-seater yang notabene cukup laris manis, di pasar otomotif tanah air.

President Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, di kawasan PIK 2, Tangerang, Senin (18/5/2026) mengatakan, lebih jauh teknologi DM pada semua produk BYD mengandung makna dari kata GASS. Merupakan singkatan dari Gesit, Andal, Senyap dan Super Irit.

Lanjut Eagle, empat huruf tadi merepresentasikan kualitas teknologi DM, yang nantinya akan tersedia pada aneka produk BYD, yang saat ini baru terdapat 7 varian di Indonesia, termasuk Denza D9.

“Ke depannya BYD menjadi kendaraan yang lebih gesit, lincah dalam bermanuver di jalan raya, menjadi andalan keluarga Indonesia, senyap tanpa kebisingan kabin, dan efisiensi dalam penggunaan bahan bakar, sehingga lebih ramah lingkungan,” paparnya penuh semangat.

Sementara itu melengkapi apa yang disampaikan Eagle Zhao, Head of Product PT BYD Motor Indonesia, Bobby Bharata menyampaikan saat ini kendaraan yang hemat bahan bakar dibutuhkan, mengingat harga bahan bakar yang meningkat.

“Banyak kendaraan yang masih memerlukan biaya perawatan yang cukup tinggi, dan kurangnya kenyamanan berkendara akibat getaran dan kebisingan kendaraan. Maka teknologi DM diciptakan untuk menjawab tantangan mobilitas saat ini,” tuturnya.

Adanya teknologi DM pada BYD, diakui Bobby menghasilkan efisiensi energi yang lebih baik, performa yang andal, kenyamanan berkendara serta solusi yang lebih ramah lingkungan.

Sistem secara otomatis mengoptimalkan penggunaan energi, untuk memberikan keseimbangan yang terbaik antara efisiensi, tenaga dan kenyamanan.

“GASS adalah refleksi dari manfaat nyata yang akan dirasakan setiap kali menggunakan teknologi DM. Gesit, teknologi DM memberikan respon instan, dan akselerasi yang halus. Membuat pengalaman berkendara terasa lebih lincah dan menyenangkan,” terang Bobby.

Kemudian Andal, dirancang untuk memastikan performa yang konsisten di berbagai kondisi jalan. Senyap, dengan kemampuan berkendara elektrifikasi, sistem DM menghadirkan kabin yang lebih tenang dan nyaman.

“Super Irit, dengan manajemen teknologi yang cerdas, dapat membuat pengurangan konsumsi bahan bakar, dan terkait biaya operasional,” tukasnya.

Dijelaskan, BYD telah menjual 7 juta unit kendaraan mereka yang berteknologi DM secara global. Diklaim mencerminkan tingginya penerimaan teknologi DM di tengah-tengah pasar otomotif dunia.


(uda)