Autogear.id – BYD Motor Indonesia meresmikan fasilitas pabrik perakitan lokal di Subang, Jawa Barat, dengan luas lahan sekitar 126 hektar, dan kapasitas produksi hingga 150 ribu unit per tahun, Kamis (3/9/2026).
Saat jumpa pers usai keliling pabrik dengan luas bangunan sekitar 20 hektar tersebut, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao, sempat menyinggung bahwasanya BYD bakal melakukan kejutan pada Oktober 2026. “Kita akan bertemu lagi pada Oktober 2026, tunggu saja kejutan kami,” seloroh Eagle
Ada sejumlah perkiraan, yang mengatakan BYD bakal melakukan gebrakan produk global secara besar-besaran (product blitz) pada Oktober mendatang.
Di mana beberapa model kendaraan terbaru pada bulan tersebut dijadwalkan akan dirilis, atau mulai dikirimkan ke ruang pameran. Apa saja?
Mulai dari MPV hingga Truk Pick Up?
Model-model tersebut antara lain BYD Mako, merupakan truk pick up dengan kabin ganda berbasis sasis mobil (car-based ute), yang berukuran lebih ringkas dari BYD Shark 6.
Dikatakan kalau model plug-in hybrid (PHEV) ini dipersiapkan meluncur resmi di pasar internasional, seperti Brasil, pada Oktober 2026. Kemungkinan juga diperkenalkan di Indonesia.
Kemudian ada BYD M9 (DM-i), masuk kategori MPV mewah bertenaga plug-in hybrid, yang digadang-gadang merupakan penantang Kia Carnival.
BYD memastikan untuk mulai memasarkannya untuk beberapa pasar kemudi kanan global pada kuartal keempat, antara Oktober hingga Desember 2026.
Lalu ada BYD Tang SUV (Generasi Ketiga), model SUV bongsor salah satu unggulan BYD ini juga dikabarkan telah siap memasuki fase peluncuran global, pada kuartal keempat 2026. Setelah sebelumnya diperkenalkan di ajang Chengdu Motor Show.
Semangat BYD Buatan dan Dibuat untuk Indonesia
BYD menjelaskan, fasilitas manufakturnya dibangun dalam kurun waktu sekitar 20 bulan. Yakni sejak dimulainya pembangunan hingga diresmikan, dan kini membawa perjalanan BYD ke tahap berikutnya.
“Kehadiran fasilitas manufaktur BYD di Subang memiliki arti yang lebih besar daripada sekadar memproduksi kendaraan di Indonesia,” lanjut Eagle.
Dikatakannya, ini merupakan langkah untuk membangun kapabilitas bersama, membuka peluang bagi tenaga kerja lokal, mengembangkan talenta dan keterampilan, serta memperkuat keterlibatan industri Indonesia dalam ekosistem kendaraan energi baru.
“Dengan menjadikan Indonesia sebagai bagian dari jaringan manufaktur BYD, kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan BYD juga dapat menciptakan nilai yang semakin besar bagi Indonesia,” tukasnya.
Hadirnya pabrik ini diklaim BYD menuju penguatan struktur transisi energi dan keterlibatan kendaraan energi baru dalam industri nasional.
Diketahui, fokus utama BYD di pasar tanah air sepanjang paruh kedua tahun 2026 adalah mempercepat distribusi unit rakitan lokal (CKD). Sekaligus memperluas jaringan resmi yang ditargetkan mencapai lebih dari 100 dealer di seluruh Indonesia.
(uda)
