Autogear.id - Yamaha Gear Ultima diajak melibas puluhan tanjakan esktrem dan viral di kawasan Jawa Barat dan sekitarnya.
Pengujian mesin Blue Core Hybrid 125cc-nya dilakukan melalui tiga metode, untuk memvalidasi kemampuan menanjaknya.
Pertama, motor diuji dengan pengendara tunggal tanpa ancang-ancang, melibas tanjakan lurus. Kedua, pengujian dilakukan berboncengan, dengan total bobot sekitar 130 kg.
Terakhir, diuji dengan metode Stop & Go. Yaitu menghentikan motor di titik menanjak paling curam. Lalu kembali berakselerasi dari posisi diam, untuk menguji performa mesin.
”Sebelum pengujian ini, saya sangat penasaran dengan kemampuan Gear Ultima. Saya pikir mungkin motor ini kuat rangka dan build quality, tapi soal ketangguhan mesin biasa saja. Takkan kuat melibas tanjakan-tanjakan viral, seperti Tanjakan Monteng, Tanjakan Naga, dan lainnya,” ujar pelaku pengujian, Sabar Pria Gunawan.
Tanjakan Gogog (Cisarua)
Sejumlah tanjakan yang disebutkan sebagai lokasi pengujian, antara lain Tanjakan Gogog, Cisarua. Popular di kalangan pesepeda serta pecinta off-road.
Kondisi jalurnya yang beragam mulai dari aspal hingga berbatuan sehingga memberikan tantangan tersendiri saat menanjak.
Pada tanjakan ini, bukan hanya tenaga Gear Ultima yang diuji, tetapi kualitas rangka yang kokoh dan ban bertapak lebar juga sangat bermanfaat untuk menuntaskan tanjakan ini.
Tanjakan Gantole (Cililin, Bandung Barat)
Rute menuju Kawasan Gantole, Cililin dikenal sebagai lokasi olahraga terjun payung. Menghadirkan tantangan jalur menanjak terjal, sekaligus berjarak cukup jauh sekitar 4 Km.
Pada tanjakan yang panjang ini kembali sukses dilibas Gear Ultima, diuji dengan metode Stop & Go di tengah tanjakan sehingga membuktikan konsistensi mesinnya.
Tanjakan Monteng (Majalaya menuju Jembatan Kuning Kamojang)
Jalur Monteng ini punya kombinasi tanjakan dan tikungan tajam, menantang pengendara menuju kawasan Kamojang.
Rute ini cocok untuk menguji kemampuan Gear Ultima, terutama saat menghadapi perubahan elevasi dan kontur jalan secara berkelanjutan.
Terbukti, performa skutik ini, dengan kondisi berboncengan, dapat sukses melintasi ruas tanjakan tersebut tanpa berhenti.
Tanjakan Endog (Sariwangi, Kabupaten Bandung Barat)
Tanjakan Endog sebagai tanjakan sangat curam dan paling ekstrem pada pengujian ini. Merupakan jalur alternatif menghubungkan Sariwangi (Parongpong) dengan Gegerkalong.
Sudut kemiringan mencapai 45 derajat, dan performa motor kembali diuji. Terutama terkait respons atau tenaga yang dibutuhkan pengendara secara bertahap, untuk bisa melibasnya.
Tanjakan Naga (Punclut, Lembang)
Tanjakan Naga merupakan salah satu tanjakan ekstrem yang sudah sangat legendaris di daerah Lembang, karena sering kali membuat banyak kendaraan ’menyerah’ saat menanjak.
Kontur jalannya meliuk-liuk sepanjang 300 meter, bak tubuh naga. Namun, rintangan tersebut tidak berlaku bagi Gear Ultima.
Dijelaskan, mesin berteknologi Blue Core Hybrid 125cc dengan Electric Power Assist memberi dorongan ekstra saat akselerasi awal, selama tiga detik pertama.
Di samping itu, posisi berkendaranya sangat nyaman berkat dek kaki luas, dan posisi menyetir dibuat ergonomis, mendukung untuk melibas tanjakan.
”Suspensi depan dan belakang tergolong cukup nyaman menghadapi jalan berbatuan atau gravel. Gear Ultima benar-benar memberi keunggulan tenaga, yang selalu mengisi di setiap putaran mesin,” tutur Manager Public Relations, YRA & Community, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Rifki Maulana.
Sebagai skutik multifungsi, Gear Ultima siap mendukung berbagai kebutuhan mobilitas. Dibekali aneka fitur praktis seperti handle belakang multiguna, gantungan ganda (double hook), bagasi 18,6 liter, serta tangki bahan bakar 5,1 liter.
Tunggangan ringkas ini turut dilengkapi Digital Speedometer, Stop & Start System, dan Smart Key System. Tersedia dalam tiga varian; Hybrid dengan warna Putih dan Hitam, Hybrid Solid dengan Solid Orange dan Solid Blue, serta Hybrid Smart dengan kelir Magma Black dan Matte Blue.
(uda)
