Ratu Elizabeth 2

Semasa Perang Dunia II, Ini Profesi Ratu Elizabeth di Bidang Otomotif

Selama ini Ratu Elizabeth II dikenal sebagai golongan ningrat atau VVIP, akan tetapi ternyata banyak yang tidak tahu, kalau Sang Ratu merupakan sosok mekanik handal dalam dunia otomotif. Istimewa
Selama ini Ratu Elizabeth II dikenal sebagai golongan ningrat atau VVIP, akan tetapi ternyata banyak yang tidak tahu, kalau Sang Ratu merupakan sosok mekanik handal dalam dunia otomotif. Istimewa

Autogear.id – Dunia kembali berduka, ketika baru saja berita mengabarkan Ratu Elizabeth II wafat. Ratu Elizabeth wafat di Kastil Balmoral, Skotlandia, Kamis (8/9/2022) waktu setempat. Kepala Kerajaan Inggris itu meninggal dunia pada usia 96 tahun. Memang sebelumnya beredar kabar kondisi kesehatan Sang Ratu memburuk saat berada di Skotlandia.

Alhasil tim dokter kerajaan ekstra ketat terus mengawasi kondisi ratu mereka. Kiranya takdir berkata lain. Ratu Elizabeth II harus menghadap sang Ilahi, di tengah-tengah semua anak-anaknya. Mereka yang hadir mendampingi kepergian Ratu Elizabeth II untuk selamanya, termasuk Pangeran Charles, Putri Anne, Pangeran Andrew, Pangeran William, dan Pangeran Edward.

Kabar meninggalnya Ratu Elizabeth II disampaikan langsung Pangeran Charles yang kini bergelar Raja. "Kami sangat berduka, atas meninggalnya penguasa yang disayangi dan ibu yang sangat dicintai," ujar Charles dalam pernyataan resminya

Selama ini Ratu Elizabeth II dikenal sebagai golongan ningrat atau VVIP, akan tetapi ternyata banyak yang tidak tahu, kalau Sang Ratu merupakan sosok mekanik handal dalam dunia otomotif. Pada masa mudanya, Ratu Elizabeth II ternyata pernah mendapatkan pelatihan sebagai pengemudi kendaraan all terrain, pada perang dunia kedua.

Baca Juga:
Bentar Lagi Ramai di Jalan, Wuling Air ev Mulai Diserahkan ke Pelanggan

Kala itu, Putri Mahkota Elizabeth Alexandra Mary yang berusia 18 tahun pada 1945 bergabung dalam satuan Women’s Auxiliary Territorial Service. Di sana, dia dilatih sebagi driver dan mekanik. Selama tugas kedinasan, kepiawaiannya dalam hal bongkar pasang mesin Land Rover mendapat acungan jempol rekan-rekannya. Itu bisa diselesaikannya dalam hitungan menit.

Demikian pula perihal kebisaan dalam mengemudikan kendaraan bertransmisi Four-Wheel Drive (4x4) di medan offroad. Padahal, sang ayah, Raja George VI sebenarnya tidak mengizinkan putrinya itu ikut dalam Perang Dunia II. Namun, Ratu Elizabeth II tetap bersikukuh untuk terlibat dalam perang.

Mengutip dari The Sunday Times Driving, keahliannya dalam mengemudi juga dipertontonkan Ratu Elizabeth II. Yaitu ketika membawa mobil ambulance yang membantu korban perang. Hal itu dilakukan demi membantu negaranya saat perang dunia kedua. Pada sisi lain, Ratu Elizabeth II juga dilatih untuk bisa memperbaiki mesin. Layaknya kemampuan mekanik, keahlian tersebut didapatkannya dengan tujuan, agar ketika terjadi masalah pada mobil, maka dia tidak perlu menunggu mekanik.

Memang semasa hidup, Ratu Elizabeth II kerap menikmati kegiatan menyetir mobil di kawasan Istana Windsor dan Balmoral. Utamanya menyetir mobil dilakukan sekitar Istana Balmoral, di kawasan perkebunan seluas 50.000 acre dekat Ballater, di Aberdeenshire. Sri Ratu juga dijelaskan sangat menyukai beragam mobil produk dari Inggris. Dia diprediksi memiliki koleksi 30 unit Land Rover. Selamat jalan Ratu Elizabeth II…


(uda)