Industri Otomotif

Bos Mazda Optimis Indonesia Kebal Resesi, Asal...

Mazda Indonesia tetap optimis bahwa Indonesia bisa kebal dari resesi ekonomi asal tidak panik dan melakukan hal prefentif yang berlebihan. AG-Uda
Mazda Indonesia tetap optimis bahwa Indonesia bisa kebal dari resesi ekonomi asal tidak panik dan melakukan hal prefentif yang berlebihan. AG-Uda

Autogear.id - Ancaman besar resesi ekonomi dunia yang diklaim bakal mempengaruhi industri dan pasar otomotif nasional, disikapi pelaku industri dengan strategi yang beragam. Jika dilihat dari kebangkitan industri yang baru terlihat mulai pertengahan tahun, membuat banyak pihak tetap optimis bahwa Indonesia bakal kebal dari resesi ekonomi global yang diprediksi terjadi pada 2023. 

Seperti yang diutarakan langsung Presiden Direktur PT Eurokars Motor Indonesia (Mazda Indonesia), Ricky Thio saat berjumpa dengan Autogear.id di media gathering pada di Park Hyatt, Jakarta pada Senin (12/12/2022). Ia menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang kuat dan prinsipal Eurokars di Singapura pun sudah memberikan kebebasan kepada EMI untuk menjalankan strategi marketing yang dipercaya bisa membuat pasar otomotif nasional tetap tumbuh.

"Kami melihat, Indonesia adalah negara yang cukup kuat dari sisi perekonomian. Kalau dilihat dari pertumbahan GDP tahun ini terlihat masih berkisar di 5 persen dan itu bagus, kalau dibandingkan dengan Jepang saja bahkan Rusia itu minus. Jadi tak ada alasan Indonesia ini mengalami hal yang sama dengan negara lain. Tapi yang namanya menahan spending (pembelian) itu bikin repot. Malah parno, ada yang bilang nanti dulu deh, ya itu malah bikin repot," ujar Ricky Thio dalam sambutannya.

Ia menambahkan soal data yang mereka rangkum untuk melihat betapa kuatnya Indonesia dari sisi pasar otomotif, dipaparkan dalam dua parameter sederhana. Yaitu seberapa besar persentase orang melakukan perjalanan (travaleing) dan pembelian bahan bakar (bensin). "Kalau kita telaah lebih jauh, persentase orang melakukan perjalanan sekitar 10 persen. Sementara untuk pembelian bahan bakar, masih berkisar di atas 3 persen. Artinya untuk industri otomotif ini masih sangat baik."

Baca Juga:
Warna Baru New Honda PCX160, Lebih Mewah atau Sama Saja?

Ia juga memberikan pendapatnya soal bagaimana orang-orang sebaiknya berperilaku untuk membuat semua aspek di negara ini berjalan dengan baik dan kebal dari resesi ekonomi yang diderita banyak negara di dunia. Menurutnya, selama semua berperilaku yang sewajarnya dan tak berlebihan dalam melakukan sebuah hal, maka ini akan membuat pasar otomotif tetap baik-baik saja di 2023. 

Tak heran juga merek otomotif yang menyasar segmentasi kendaraan premium ini, telah menyiapkan strategi pasar mereka untuk 2023. Di antaranya adalah mengembangkan jaringan yang baik untuk mencakup seluruh wilayah Indonesia, warna baru untuk mobil-mobil mereka bahkan produk baru mereka. 

"Pengembangan jaringan itu pasti akan kami lakukan, namun tidak bisa seperti APM lain yang cukup agresif, karena Mazda ini segmentasinya adalah kendaraan premium. Jadi tentu jaringan penjualan hingga jaringan purna jual harus diperhatikan dengan baik. Jangan sampai saling memakan pasar dan jadi masalah sendiri, jadi kami harus tetap hati-hati dan tidak mau sembarangan dalam membuka jaringan."


(uda)