Begini 4 Cara Cegah Aquaplaning pada Kendaraan Niaga

Cara mencegah terjadinya aquaplaning pada kendaraan niaga - IG Hankook
Cara mencegah terjadinya aquaplaning pada kendaraan niaga - IG Hankook

Autogear.id - Tingginya curah hujan di Indonesia turut berisiko mengakibatkan kecelakaan lalu lintas, karena kondisi jalan yang licin dan tergenang air. National Sales Manager TBR (Truck & Bus Radial) PT. Hankook Tire Sales Indonesia, Ahmad Juweni lantas mencoba menyoroti pentingnya keselamatan berkendara, terutama saat hujan yang dapat menyebabkan “aquaplaning” bagi pengemudi truk dan bus.

Diketahui, aquaplaning adalah kondisi dimana ban kendaraan kehilangan traksi atau penapakan pada permukaan jalan, saat melewati genangan air hujan. Kondisi ini dapat menyebabkan pengemudi truk dan bus kehilangan kendali atas kendaraannya.

"Dalam menghadapi jalanan licin, diperlukan keterampilan khusus untuk menghindari aquaplaning. Terutama ketika truk membawa muatan penuh. Karena itu, kami mengimbau pengemudi kendaraan niaga, agar lebih memperhatikan beberapa komponen penting sebelum berkendara, dan menerapkan teknik berkendara aman," ungkapnya. 

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pengguna kendaraan niaga dalam mengantisipasi aquaplaning selama musim penghujan.

Pertama, pastikan tekanan udara di setiap ban sesuai dengan rekomendasi produsen. Tekanan udara yang kurang atau berlebih dapat memengaruhi kinerja ban dan meningkatkan risiko aquaplaning. 

Kedua, pengguna perlu memeriksa kedalaman tapak setiap ban. Tapak yang aus dapat mengurangi traksi, dan meningkatkan risiko hilang kendali. Terutama saat melintasi jalan basah. “Lihat Tread Wear Indicator (TWI) pada dinding ban. Jika tanda segitiga TWI sudah menyentuh tapak ban, maka ban harus segera diganti,” jelas Ahmad.

Ketiga, kurangi kecepatan saat berkendara di jalan basah. Semakin tinggi kecepatan, kian besar gaya angkat yang terjadi pada ban. Membuatnya semakin mudah tergelincir di atas air. Ketika hujan, disarankan pengemudi kurangi kecepatan setidaknya 10 km/jam dari kondisi normal.

Perlu diketahui, kecepatan lebih rendah memberi lebih banyak waktu bagi ban untuk mengalami kontak dengan permukaan jalan. Tingkatkan traksi, serta mengurangi risiko hilang kendali. 

Keempat, ketika berkendara dalam kondisi hujan, disarankan menghindari jalur air berlebih di jalanan. Jangan melintasi genangan air yang terlalu dalam, jauhi jalur dengan air yang mengalir deras. Sebaiknya, pilih jalur di tengah jalan, yang biasanya memiliki kedalaman air lebih rendah, sehingga traksi ban dapat tetap optimal.

Bila pengendara mengalami aquaplaning, hal terpenting yang harus dilakukan adalah tetap tenang, agar tidak kehilangan kendali atas kendaraan. Cobalah menahan setir tetap lurus, dan hindari menginjak pedal rem. Ikuti arah tanpa melawan, dan perlahan koreksi traksi.

Tidak melakukan pengereman mendadak, karena berisiko menyebabkan selip dan melintir. Perhatikan faktor seperti tekanan udara ban, keausan, dan kondisi suspensi untuk mencegah aquaplaning  lebih parah. Jika memungkinkan, arahkan kendaraan ke tepi jalan untuk mengurangi risiko tabrakan.


(uda)