Tips Keselamatan Berkendara

Gaya Berkendara Buruk, Bisa Bikin Motor Boros Bensin!

Cek beberapa hal berikut sebelum berkendara agar tetap aman di jalan raya. DAM
Cek beberapa hal berikut sebelum berkendara agar tetap aman di jalan raya. DAM

Autogear.id - Punya motor dengan performa bagus namun tetap irit bahan bakar tentu jadi keinginan setiap pengendara. Namun ada kalanya motor yang biasanya irit bahan bakar, terasa jadi lebih boros, sehingga mengganggu kenyamanan berkendara. Ada beberapa faktor penyebab motor terasa jadi lebih boros, dalam konsumsi bahan bakarnya, di antaranya:  
 
1. Filter Udara Kotor
Ini salah satu sebab konsumsi bahan bakar motor lebih boros. Kotoran seperti minyak dan debu menempel, berpeluang menghambat aliran udara ke ruang bakar. Alhasil, volume campuran udara dan bahan bakar jadi tidak ideal. Kondisi ini membuat proses pembakaran tak sempurna, sehingga banyak bahan bakar terbuang sia-sia. Karena itu, penting membersihkan atau ganti filter udara secara teratur. 
 
2. Tekanan Angin Ban Kurang
Kondisi ban kurang angin bikin permukaan yang menyentuh aspal jadi lebih lebar. Akibatnya laju motor bakal terhambat dan lebih berat. Kurang tekanan angin, sebabkan mesin bekerja lebih keras. Akhirnya mengakibatkan konsumsi bahan bakar meningkat.
 
3. Busi Lemah
Salah satu tanda busi mulai tak layak pakai adalah melemahnya percikan api. Sebabkan proses pembakaran tidak optimal. Akibatnya, daya gerak yang dihasilkan terasa lemah, motor jadi kurang bertenaga. 

Baca Juga:
BMW Hadirkan Generasi Ke-3 BMW X1 sDrive18i xLine Rakitan Lokal

 
Dalam kondisi seperti ini, pengendara cenderung menggenggam tuas gas lebih kuat, agar kendaraannya berakselerasi lebih cepat, pada akhirnya tingkatkan konsumsi bahan bakar. Ada beberapa sebab lemahnya percikan api pada elektroda busi, seperti kotoran sisa pembakaran atau kondisi busi itu sendiri. 
 
4. Rantai Kendor atau Belt CVT Aus/Retak
Rantai kendor atau belt CVT melar, juga dapat menyebabkan konsumsi bensin boros, karena membuat tarikan pada roda jadi berat. Kondisi tadi menandakan bahwa rantai atau belt CVT perlu diganti. Jika sabuk CVT tidak diganti, maka konsumsi bahan bakar akan naik dan berisiko belt CVT putus. 
 
5. Gaya Berkendara Buruk
Gaya berkendara kurang baik, juga bisa bikin konsumsi bahan bakar boros. Misalnya seringkali melakukan akselerasi tiba-tiba, atau menggeber-geber motor.  Sub Dept. Head Technical Service PT Daya Adicipta Motora (DAM), Ade Rohman mengatakan, kendati motor dalam kondisi prima, efisiensi bahan bakar sulit tercapai bila tidak dibarengi gaya berkendara yang baik. 

“Untuk itu, penting agar gaya berkendara dilakukan dengan tenang dan santai, guna mencapai efisiensi konsumsi bahan bakar yang lebih baik,” pungkasnya.


(uda)