Motor Listrik

AHM Segera Jual Motor Listrik, Kejar Subsidi?

Momentum pemberian subsidi untuk pembelian kendaraan listrik, bakal dimanfaatkan oleh APM. Benarkah ini bakal dilakukan juga oleh Honda?  AHM
Momentum pemberian subsidi untuk pembelian kendaraan listrik, bakal dimanfaatkan oleh APM. Benarkah ini bakal dilakukan juga oleh Honda? AHM

Autogear.id – Ekosistem electric vehicle (EV), kendaraan listrik, sedikit demi sedikit kian terbentuk. Baik itu di segmen kendaraan roda empat maupun roda dua. Banyak pabrikan motor ikut menghadirkan kendaraan listrik. Mulai dari pemain besar seperti PT Astra Honda Motor (AHM), PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan Indomobil Group. Hingga pendatang baru, seperti Gesits, Alva, Niu, Selis dan banyak lagi.

Khusus pabrikan Honda sendiri, AHM menyampaikan strategi dan roadmap motor listrik Honda di Indonesia hingga tahun 2030. Hal itu tercetus pada pembukaan Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2022 lalu. Sebagai bentuk komitmen mendukung realisasi netralitas karbon. Di mana, produsen motor ini akan memasarkan sejumlah kendaraan listrik sebagai bagian dari Honda e:Technology, berupa moped dan motor listrik.

Setelah meluncurkan PCX Electric pada 2019 lalu, perusahaan Indonesia ini bakal melanjutkan pengenalan motor listrik lainnya tahun ini sebanyak 2 model. Kemudian upaya ini akan dilanjutkan pada 2024 sebanyak 2 model, dan terus berlanjut hingga 2030 dengan meluncurkan kembali 3 model lainnya.

Pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023 Februari kemarin, pabrikan berlogo sayap tunggal ini sempat memamerkan EM1 e. Motor listrik yang sebelumnya di luaran dinamai U-Go. Motor listrik tersebut miliki jarak tempuh 40 kilometer untuk sekali pengisian daya, dan mampu melesat hingga 45 kilometer per jam. 

Baca Juga:
Mulai Lirik Mobil Listrik Buat Harian? Jajal Air ev Dulu!

Baterai EM1 e diklaim khusus dirancang kuat terhadap suhu, tingkat kelembaban, benturan dan getaran selama pemakaian. Kendati demikian, produk kendaraan ramah lingkungan tersebut masih belum bisa didistribusikan ke publik. Sebab, AHM masih menghadirkan EM1 e sebagai langkah studi, dan upaya menangkap animo masyarakat. Sebelum meluncurkan dua model motor listrik mereka tahun ini.

Menyikapi tumbuh kembangnya ekosistem kendaraan listrik, ditambah lagi subsidi yang diberikan oleh pemerintah Indonesia. Executive Vice President Director AHM yang baru, Thomas Wijaya pun buka suara. Menurutnya, subsidi yang dilakukan pemerintah membuat pasar kendaraan listrik semakin menarik. Sehingga diharapkan potensinya akan meningkat.

“Tentunya kita berharap juga, kalau bisa bertahap dapat memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang ditentukan Pemerintah sebesar 40 persen itu,” ucapnya dalam acara buka puasa bersama media, Senin (10/4/2023).

Thomas menambahkan, pihaknya juga masih perlu melihat penyesuaian fitur dan spek-spek apa yang dibutuhkan. Misalnya ditinjau dari kontur dan fitur safety-nya, seperti dalam menghadapi banjir dan lainnya. Intinya kata Thomas, hal itu dilakukan supaya motor listrik yang mereka hadirkan benar-benar dapat dimanfaatkan oleh konsumen di tanah air. 

Baca Juga:
Jangan Cuma Diinjak-Injak, Bagian Motor Ini Juga Perlu Dirawat

“Dengan adanya subsidi pemerintah, maka kita akan terus mempelajari, mengembangkan, dan memproduksinya di dalam negeri. Supaya bisa mencapai TKDN yang ditentukan tadi. Kalau sudah kita pelajari, kita kembangkan, harapannya kita sudah bisa lempar ke pasar,” urainya.

Lebih jauh diutarakan mantan Marketing Director AHM ini, sebenarnya kalau bicara netralitas karbon tentunya bukan hanya bicara EV. Sisi lain juga pastinya bagaimana memproduksi motor Internal Combustion Engine (ICE) nya yang hemat bahan bakar pula. “Kita juga akan patuh dengan regulasi polusi seperti Euro4, dan sebagainya. Jadi dari sisi ICE nya terkait netralitas karbon kita kembangkan juga, supaya lebih baik,” terang Thomas.


(uda)