Industri Otomotif

Jualan Sepi dan Pabrik Stop Produksi, Ini Strategi Honda

Honda Indonesia hentikan produksi mobil selama dua pekan. Honda
Honda Indonesia hentikan produksi mobil selama dua pekan. Honda

Autogear.id: Pembatasan aktifitas akibat pandemi Covid-19 berdampak pada penurunan pasar otomotif nasional. Demi mengantisipasi penurunan tersebut, Honda Prospect Motor (HPM) memilih strategi untuk menjaga stok dan pasokan di level aman. Sedangkan untuk layanan purna jual, Honda berkomitmen dengan layanan langsung ke rumah pelanggan. 

Business Innovation and Marketing & Sales Director PT HPM, Yusak Billy menjelaskan meski Honda saat ini sudah menghentikan aktifitas produksi di pabrik, namun pihaknya sudah memperhitungkan stok yang seimbang dengan permintaan pasar.

“Dalam kondisi pasar yang sedang turun saat ini, sangat penting untuk tetap menjaga level stok dan pasokan untuk konsumen agar tetap seimbang dengan permintaan pasar. Karena itu, kami akan melakukan penyesuaian dengan menghentikan sementara aktivitas produksi di pabrik selama 14 hari, mulai tanggal 13 April 2020. Selama masa ini, hanya lini produksi yang berhenti beroperasi sementara operasional lain di pabrik dan Head Office masih tetap berjalan sesuai dengan aturan pemerintah," terang Yusak Billy dalam keterangan resminya. 

Dalam dua pekan yang krusial tersebut, HPM juga akan terus memantau dan mengevaluasi situasi pasar. Sehingga saat kondisi sudah beranjak normal, HPM bisa menerapkan strategi selanjutnya. "Kami juga terus memonitor permintaan di pasar untuk mempersiapkan strategi yang tepat dalam menjalankan aktivitas produksi di bulan-bulan mendatang,” sambung Billy. 

Sementara itu, penjualan mobil Honda di bulan Maret 2020 tercatat sebanyak 10.657 unit atau turun 11 persen dari bulan sebelumnya. Kontribusi terbesar dari Honda Brio sebanyak 5.444 unit, diikuti Honda HR-V sebanyak 1.880 unit, Honda CR-V sebanyak 1.151 unit dan Honda Jazz sebanyak 820 unit. 

Kemudian, Honda Mobilio terjual sebanyak 745 unit, BR-V 390 unit, Civic Hatchback RS sebanyak 103 unit, Civic Sedan 52 unit, Odyssey 28 unit, City 22 unit, Accord 20 unit dan Honda Civic Type R sebanyak 2 unit. 

Penurunan angka penjualan tidak hanya dialami pabrikan berlogo huruf 'H' saja, namun berlaku untuk semua brand. Situasi ini dianggap wajar karena mengingat prioritas semua lapisan masyarakat saat ini adalah bersama-sama menyudahi mata rantai Covid-19. Karena itu, hampir semua pemain industri otomotif lebih fokus pada pelayanan service kendaraan dengan langsung mendatangi konsumen.


(uda)