Industri Otomotif

Bongkar Rahasia 'Survive' Suzuki di Masa Pandemi

Suzuki XL7, senjata baru Suzuki di segmen SUV. dok medcom
Suzuki XL7, senjata baru Suzuki di segmen SUV. dok medcom

Autogear.id: Industri otomotif menjadi salah satu sektor yang paling terpukul di kuartal pertama tahun 2020. Pasar otomotif sudah mulai tergerus sejak Januari-Maret, bahkan tercatat ritel otomotif di rentang tersebut hanya sebesar 15,7 persen atau sekitar 292 ribu unit. 

Hal ini disebabkan beberapa faktor, pertama situasi politik yang belum stabil. Kemudian bencana banjir di awal tahun juga mempengaruhi anjloknya industri otomotif, lalu diperparah lagi dengan fenomena wabah global Covid-19. 

Akibat rentetan peristiwa tersebut, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) harus merevisi target industri otomotif nasional dari 1,1 juta unit menjadi 600 ribu unit saja.

Namun begitu, Suzuki nyatanya mampu 'survive' di tengah situasi sulit yang sedang berlangsung. Tidak tanggung-tanggung, saat pabrikan lain terpukul akibat pandemi, pabrikan berlogo S itu justru mampu mencatatkan penjualan positif. 

Head Product Development PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Harold Donel menjelaskan bahwa pada kuartal pertama Januari-Maret 2020 Suzuki Indonesia mampu menjual sebanyak 25.425 unit kendaraan. Angka tersebut bahkan meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

"Terkait kondisi penjualan Suzuki, pada kuartal pertama Januari-Maret 2020, Suzuki mampu menjual sebanyak 25.425 unit, cukup baik dibanding periode sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai 22.869 unit," kata Harold di sesi wawancara virtual bersama Forum Wartawan Otomotif (Forwot), Kamis (4/6/2020). 

Stimulus produk

Menurut Harold, pencapaian positif tidak lepas dari beberapa strategi Suzuki, salah satunyai stimulus produk dengan tetap menghadirkan produk baru. Seperti yang kita tahu di kuartal pertama Suzuki meluncurkan XL7 serta Ignis facelift. 

"Trend positif penjualan kuartal pertama, tak lepas dari strategi yang dijalankan Suzuki salah satunya dengan peluncuran produk baru yakni XL7 yang mampu menopang angka penjualan lebih besar dibanding kuartal 2019," lanjut Harold. 

Hadirnya Suzuki XL7 juga terbukti efektif karena berhasil mencuri sebesar 7 persen market SUV tanah air. Ke depannya, Suzuki juga berkomitmen untuk meluncurkan beberapa produk anyarnya hingga akhir tahun 2020.

Program promo

Selain produk baru, Suzuki juga memperkuat penjualannya dengan menghadirkan berbagai macam program menarik mulai dari program beli mobil berhadiah motor dan perangkat gadget serta program aftersales seperti jaminan bebas perawatan selama 50 ribu kilometer. 

Harold menegaskan, hadiah motor dan gadget juga berdasarkan survey yang dilakukan Suzuki. "Kami telah survey kebutuhan konsumen Suzuki terkait produk-produk hadiah yang ditawarkan, sehingga dinilai menjadi daya tarik yang bisa meningkatkan daya beli konsumen Suzuki khususnya," terangnya. 

Tak hanya itu, strategi lain dilakukan Suzuki yang bekerja sama dengan leasing untuk pembiayaan menjadi program low dp untuk pikap, angsuran 3 jutaan, dan bunga rendah untuk pembelian produk suzuki. Pemasaran dan promosi juga diubah dari konvensional menjadi digital. 

Rangsangan produk rakitan lokal

Hal lain yang juga menjadi kunci survive Suzuki adalah karena diuntungkan oleh model-model andalan yang diproduksi secara lokal seperti Carry pick up, Ertiga dan XL7, sehingga merangsang penjualan di masa pandemi.

"Untuk total produk yang diproduksi secara lokal oleh Suzuki mencapai 88 persen, sedangkan 12 persennya merupakan produk yang dipasarkan secara CBU. Kontribusi terbesar dari Pikap menjadi andalan diangka 50 persen, sebagai penunjang ekonomi, lalu Ertiga (MPV) 20 persen, SUV 15-20 persen, sisanya city car dan lain-lain," beber Harold.

APV naik daun

Masa pandemi Covid-19 seketika membuat Suzuki APV justru naik daun karena model ini bisa difungsikan sebagai kendaraan ambulans. Selama kuartal pertama 2020, penjualan APV mencapai 1.399 unit dengan mayoritas diaplikasikan menjadi ambulans yang memang dibutuhkan untuk penanganan Covid-19. 

"APV Ambulans paling banyak dipesan rumah sakit di Jakarta dan dinas kesehatan. Pembelian secara tender atau pembelian langsung di jaringan diler Suzuki seluruh Indonesia," ungkap Harold. 

APV ambulans juga ditawarkan dalam paket yang beragam, tergantung dari kelengkapan perangkat kesehatan yang disematkan. 


(uda)